Seminar PKM

7 november 2015 di Aula BAU pukul 07.00-selesai

Struktur HMJ MATRIKS 15/16

Klik untuk View All

Ujian Tengah Semester

Good Luck. Semangat :)

KAJUR CUP 2015

Find Your Talent with Mathematics

Jumat, 03 Mei 2019


2019 Bukan Pesta ‘Democrazy’ Bagi Generasi Millenial Islami
(Oleh : Rizky Yahya/Matkom VI B)


Tidak terasa lima tahun sudah berlalu. Ungkapan itu yang mungkin muncul dari benak diri kita setelah merasakan suasana pemilu 2014 yang penuh dengan kontroversi. Pemilu yang bertujuan untuk memilih satu pemimpin untuk memimpin negeri berubah menjadi perpecahan antara dua kubu yang mendukung masing-masing paslon. Meskipun sudah 4 tahun lebih sejak Presiden Joko Widodo di lantik hingga sekarang masih tidak ada tanda-tanda kedatangan persatuan untuk saling menghargai satu sama lain. Lantas, bagaimana peran kita sebagai generasi pemuda muslim yang belum ikut serta dalam pemilu 2014 dalam menghadapai pesta demokrasi lima tahunan ini? Akankah kita mengikuti orang-orang terdahulu yang mendukung dengan cara yang salah sehingga menambah perpecahan? Mampukah kita merubah tradisi ini sehingga tidak perlu ada perpecahan lagi di masa yang akan datang?
Indonesia memiliki asas LUBER JURDIL dalam pemilu dan pileg yang diadakan. LUBER JURDIL merupakan singkatan dari Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil. Sebenarnya, jika kita semua menerapkan asas rahasia dan saling menghargai, maka tidak akan ada perpecahan yang terjadi di setiap pemilu karena pilihan ada dalam hati setiap individu yang tidak perlu dipublikasikan sehingga tidak memicu perdebatan karena perbedaan pilihan. Mengutarakan pilihan sebenarnya sah sah saja selama dengan cara yang baik, santun, dan rendah hati. Namun, kenyataannya tidak sedikit para pendukung saat ini hanya bisa mencela dan memfitnah paslon lawan. Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran islam karena menghina dan memfitnah itu dilarang oleh Allah SWT.
Perpecahan merupakan hal yang dibenci oleh Allah SWT khususnya bagi umat islam. Allah berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 103 yang artinya : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali [agama] Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu [masa Jahiliyah] bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
Ayat diatas seharusnya cukup untu menjadi alasan bahwa kita Bangsa Indonesia dengan mayoritas umat islam tidak perlu mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa tercinta ini. Persatuan bangsa ini terlalu mahal apabila terpecah hanya karena masalah perbedaan pilihan politik. Peran remaja muslim saat ini sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan polemik yang mengancam persatuan bangsa ini. Langkah kecil yang harus dilakukan oleh remaja muslim saat ini adalah dengan berprasangka baik terhadap kedua pasangan calon bahwa mereka sedang berjuang untuk memperbaiki negara ini sehingga kita hanya perlu mendukung mana yang lebih baik dengan tidak mencela pasangah calon yang lain.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Hujurat ayat 11-12 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain [karena] boleh jadi mereka [yang diolok-olok] lebih baik dari mereka [yang mengolok-olok] dan jangan pula wanita-wanita [mengolok-olok] wanita-wanita lain [karena] boleh jadi wanita-wanita [yang diperolok-olokkan] lebih baik dari wanita [yang mengolok-olok] dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri [1] dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah [panggilan] yang buruk sesudah iman [2] dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (11) Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (12)”.
Sesuatu yang dapat kita pelajari dari ayat diatas adalah berprasangka baik dan tidak mencela orang lain karena yang kita pilih belum tentu lebih baik dan yang kita cela belum tentu lebih buruk. Rencana terbaik adalah rencana Allah SWT sehingga siapapun yang kita dukung, kita tidak akan pernah merasa sombong dan tetap rendah hati serta yakin siapapun yang terpilih adalah yang terbaik menurut bangsa ini.
Islam berasal dari kata ‘salaam’ yang artinya damai. Al-Qur’an merupakan pedoman yang dipakai oleh umat islam dalam menjalankan kehidupan di dunia, maka Al-Qur’an pasti mengajarkan tentang perdamaian sehingga tidak seharusnya ayat Al-Qur’an dimanfaatkan untuk menebar kebencian. Jika esensi Al-Qur’an diterapkan dengan sebenar-benarnya, maka bangsa ini tidak akan mudah terpecah belah dan pemilu akan terlaksana dengan damai. Peran pemuda muslim diharapkan mampu mengembalikan esensi Al-Qur’an agar terciptanya pesta demokrasi yang damai bukan pesta ‘democrazy’ yang rusuh.



Dekati Rasulllah Dengan Sunnahnya
(Serly Novia Fitri -Matematika 5B)

Agama islam adalah agama yang “Rahman lil’ alamin”. Seperti yang sudah jelas pada kalam Allah pada QS.Al-Anbiya ayat 107, tersebut jelas bahwa islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua alam semesta beserta isinya. Islam juga mengatur yang baik dan buruk bagi umat manusia serta kewajiban dan larangan bagi yang mempercayainya. Sholat,zakat, puasa, saling membantu antar umat merupakan beberapa contoh dari suatu kewajiban.
Melakukan suatu kewajiban bagi umat muslim merupakan suatu kepastian yang harus kita lakukan karena sudah seruang dari sang pencipta. Dalam menjalankan amalan kewajiban kita sering merasa berat atau bahkan sering lalai dalam menjalankannya. Pertanyaannya dengan amalan kewajiban saja kita sudah lalai menjalankan bagaimana dengan amalan Sunnah Rasulullah SAW. Amalan sunnah Rasulullah merupakan semua amalan atau sesuatu yang dilakukan oleh rasulullah berupa kebiasaan yang baik dan kita bisa teladani bersama.
Berdasarkan beberapa survei maupun yang sering terjadi di sekitar kita, puasa senin-kamis merupakan amalan sunnah rasulullah yang sering di lakukan oleh kita dan orang-orang islam yang lainnya. Padahal sunnah rasul ada banyak bentuknya, namun yang familiar hanya satu sampai dua saja. Bagaimana kita ingin dicintai dan dekat dengan Rasulullah SAW jika kita tidak sepenuhnya mengenal Nabi Muhammad SAW sendiri. Nabi Muhammad adalah manusia dengan kesederhanaannya, oleh karena itu hal-hal kecil yang baik dan menjadi sunnahnya yang biasa kita abaikan atau bahkan kita tidak mengetahuinya. Beberapa contoh amalan sunnah yang terlihat kecil namun sering terlupa oleh kita yaitu :
1.       Mendahulukan kaki kanan saat memakai sandal dan kaki kiri saat melepasnya.
Hal kecil yang dilakukan oleh Rasulullah yang bernilai pahala jika kita melakukan yaitu mendahulukan kaki kanan saat memakai sandal dan melepas dengan kaki kiri, seperti yang telah diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A bahwa Rasulullah SAW bersabda. ”Jika kalian memakai sandal maka dahulukan kaki kanan dan jika melepasnya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali (HR.Al-Bukhari dan Muslim).
2.      Menjaga dan Memelihara Wudhu
Amalan ini sering kita lupakan dalam aktivitas sehari-hari, meski sudah dibuktikan bahwa air wudhu sangat baik untuk kesehatan menurut penelitian. Sebagaimana hadist yang berbunyi, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah sholat dan tidak ada yang selalu memelihara air wudhu kecuali orang mukmin (HR.Ahmad dan Ibnu Majah)”.
3.      Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
Islam merupakan agama yang mengatur segala tindak perbuatan kita dari bangun tidur sampai tidur kembali, untuk kebaikan umatnya. Seperti yang dilakukan Rasulullah dalam tidurnya sesuai hadist yang diriwayatkan Al-Bukhori dan Muslim, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah ‘Ya Allah, aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku ,lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu”.
4.      Mengucapkan salam kepada semua orang islam termasuk anak kecil
Mengucapkan salam merupakan suatu hal yang terlihat mudah dilakukan namun pada realitanya masih jarang dilakukan. Dari Abdullah Bin Amru RA. Ia menceritakan, “seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’. Rasulullah SAW menjawab,’ kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kam kenal dan orang yang tidak kamu kenal (HR.Al-Bukhori dan Muslim).

Beberapa diatas adalah sebagian kecil dari banyak sunnah Rasulullah yang sering kita lupakan atau bahkan tidak mengetahuinya. Masih banyak sunnah Rasulullah,yang harusnya kita sebagai orang muslim wajib mencari tahu karena seperti halnya kita ingin mendekatkan diri kepada orang yang kita saying yaitu dengan mengenali salah satunya mencari tahu kebiasaan-kebiasaan atau kesukaan yang disukai oleh orang yang kita ingin didekati. Mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan mengenali sunnah-sunnahnya adalah suatu kebaikan yang akan mendekatkan diri kita kepada Rasulullah. Semoga kita semua termasuk dalam barisan orang mukmin yang  dekat dengan Rasulullah seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.


AGENT OF CHANGE
RINDA AZIZAH A.P
PEND. MATEMATIKA

1C


Seperti yang kita lihat sekarang remaja saat ini bisa di katakan generasi X, yaitu generasi milenial. Generasi milenial berkisar dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2000. Ya generasi mineal harus memiliki sikap kreatif, inovatif, dan aktif. Kenapa harus seperti itu? Ya karena telah terbukti dalam penelitian generasi milenial ini berbeda dengan generasi yang lainnya. Generasi milenial dikatakan lebih mendekat dengan teknologi. Seperti yang kita lihat anak zaman now yang tingkahnya bermacam ragam . Kehidupan generasi milenial ini seharusnya lebih indah dan menyenangkan,karena teknologi yang sudah canggih dan akses untuk apapun mudah. Seharusnya kita tak boleh kalah dengan generasi Negara tetangga karena generasi milenial ini sangat berwawasan tinggi dan intelek. Generasi ini adalah generasi perubah peradaban dunia yang berwawasan luas dan berpendidikan tinggi. Dalam generasi sekarang ini canggihnya teknologi bukan untuk membuat kita malas, bukan untuk membuat kita bergantung selalu padat teknologi. Ya kita boleh memanfaatkan teknologi tapi ingat ada hal yang harus dieksekusi
Berbicara tentang dunia informasi dan telekomunikasi yang canggih telah membawa perubahan yang sangat drastis kepada generasi muda kita. Perubahan ini mulai kita rasakan dari cara berkomunikasi, berbagai kemudahan akses terhadap informasi sampai cara kita berpikir dan respons kita terhadap permasalahan yang ada. Selama perubahan ini menguntungkan kita, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, justru perubahan ini terkadang membawa kita menjadi makhluk yang bodoh dan cenderung pemalas. Kita terlalu asyik menikmati semua hasil penemuan generasi sebelumnya, sehingga merasa cukup dan terbiasa. Di sinilah tantangan kita untuk bangkit dari lembah kehancuran ini.’Selanjutnya, ini menjadi hal yang sangat penting dan menarik untuk dibahas. Mulai dari mengapa hal ini dapat terjadi, bagaimana kondisi umat pada zaman keemasan Islam sedang berlangsung dan bagaimana nikmatnya hidup pada zaman sains dan teknologi Islam sedang berkembang dengan pesat sampai bagaimana kondisi umat di tengah zaman yang rentan ini.
Hilangnya konsep pemahaman nilai Islam menjadi salah satu inti permasalahan yang lambat laun akan membawa Islam ke gerbang kehancuran. Kelemahan pemahaman ini antara lain berkenaan dengan nas-nas ajaran Islam, Bahasa Arab dan ketidaksuaian praktik ajaran Islam dalam realitas kehidupan. Bentuk pelemahan ini juga diperparah dengan intensifnya serangan-serangan budaya dan peradaban barat yang bertentangan dengan budaya dan ajaran Islam, di tengah melemahnya budaya dan peradaban Islam itu sendiri.
Cara barat meyakinkan umat Islam dengan ideologi yang mereka bawa juga terkesan unik. Mereka menyampaikan bahwa peradaban dan budaya barat tidak bertentangan dengan budaya dan peradaban Islam itu sendiri. Mereka meyakinkan bahwa peradaban barat akan menyempurnakan peradaban Islam dan tidak akan menghapuskannya dari keberadaan masyarakat, hingga akhirnya pemahaman umat terhadap Islam makin melemah. Buktinya adalah umat mulai melegalkan hukum barat di negaranya, menakwilkan riba dan membuka bank-bank.
Adapun kelemahan dalam penerapan Islam, salahnya penerapan konsep keislaman pada aspek kehidupan. Diantaranya ialah, maraknya partai-partai politik yang menggunakan kekuatan militer sebagai basis kekuatan partai dan menjaga kekuasaan, bukan berorientasi pada dukungan umat..
Dua inti permasalahan inilah yang mengantarkan Islam pada gerbang kehancuran. Dimulai dari kurangnya pemahaman konsep keislaman pada umat, terlebih pada kaum pemudanya. Sekarang adalah zaman dimana tantangan umat Islam tehadap gempuran informasi dari Barat dan mudahnya bagi Barat menyusupkan ideologi-ideologi mereka yang bertentangan dengan Syariat Islam
Generasi milenial muslim ini harus menghadapi kenyataan bahwasanya budaya dan peradaban Barat tidak dapat dibendung lagi. Mereka harus memiliki benteng pertahanan yang lebih kuat ketimbang generasi pendahulu mereka. Mereka harus memutar otak mencari cara bertahan di tengah arus modernitas ini, bukan hanya mempertahankan nilai pemahaman dan konsep penerapan hukum Islam, namun mereka harus menyampaikannya dengan cara yang dapat diterima masyarakat modern, tidak melalui kekerasan dan menunjukkan kasih sayang Islam ke seluruh umat manusia.
Faktanya, masih banyak umat Muslim yang memiliki pengetahuan sangat lemah, bahkan kebanyakan dari mereka tidak tahu identitas agama mereka sendiri. Terkadang mereka malu untuk menunjukkan bahwa "AKULAH ISLAM". Mereka terlalu bangga untuk menggunakan identitas Barat yang modern.
Di sisi lain, kondisi generasi muslim muda di Indonesia jauh dari kata baik. Pasalnya, mereka terlalu banyak mengadopsi budaya dari luar. Mereka hanyut dalam arus globalisasi dan lupa dari mana mereka berasal. Mulai dari cara berpakaian, tingkah laku, sopan santun seakan hilang bertahap dari jiwa muda muslim di Indonesia. Perlahan mereka meninggalkan budaya berpakaian Islam yang sopan dan lebih senang menggunakan budaya berpakaian dari Barat yang terkesan terbuka. Mereka beranggapan bahwa berpakaian Islam itu ketinggalan zaman dan berpakaian mengadopsi Barat menunjukkan modernitas.
Generasi Millennial ini cenderung terlalu sering menatap gadget mereka. Keadaan ini di sebabkan karena mereka tidak mau ketinggalan dengan informasi yang ada di gadget mereka. Hal ini sebenarnya wajar, karena generasi ini hidup di lingkungan yang beda dari sebelumnya. Tetapi, hal ini tidak wajar jika sampai mempengaruhi kualitas Iman dari seorang Muslim.
Di dunia nyata, mestinya generasi ini tetap melakukan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar mereka.  Tidak boleh gadget membuat muslim yang berkualitas menjadi anti-sosial, tidak memedulikan keadaan lingkungan sekitar mereka.
Dan, tugas seorang muslim di dunia digital adalah berdakwah. Ini lah pemanfaatan yang luar biasa dari teknologi dan ini membantu Islam secara umum. Pada dasarnya, sosial media sangat menarik bagi generasi muda ini dan menjadi wadah yang sangat bagus untuk menyebarkan informasi secara cepat ke siapa pun dan dimana pun.
Terkadang, memanfaatkan teknologi tidak hanya dibutuhkan penggunaan yang bijak, tetapi kita harus menjadi muslim yang cerdas dalam mengakses informasi yang luas di internet. Ini dikaitkan dengan kondisi Indonesia belakangan marak munculnya situs palsu atau sumber yang tidak dapat dipercaya sebagai sumber Ilmu Islam.