Sabtu, 06 Januari 2018
Jumat, 05 Januari 2018
KAJIAN AKBAR MATRIKS 2017
5.1.18
No comments
Untuk memperingati hari maulid nabi 12 Rabiulawal 1438 H, HMJ
Matriks menyelenggarakan acara Kajian
Akbar pada tanggal 8 Desember 2017.
Selasa, 26 Desember 2017
ARTIKEL ISLAMI "Sudahkah Kita Shalat? "
26.12.17
No comments
Menjadi
seorang muslim tidak mungkin tidak tahu apa itu shalat. Sejak kecil kita sudah
diajarkan untuk menunaikan ibadah ini dengan rutin lima kali sehari. Ada pula
yang bahkan lebih dari itu yaitu dengan melaksanakan shalat-shalat sunnah
seperti shalat dhuha, shalat qiyamul lail dan lainnya. Ibadah yang merupakan
rukun islam ke dua ini tidak bisa kita tinggalkan barang sekali saja kecuali
ada uzur. Kewajiban shalat untuk umat islam sudah sangat jelas dipaparkan pada
beberapa dalil yang ada di Al-Qur’an dan Hadits. Namun, kenyataannya masih
banyak umat islam yang menyepelekan ibadah shalat ini.
Sadarkah kita ketika kita sedang ada
di jalan, di kampus, dimana saja ketika adzan sudah mulai berkumandang...
adakah dari kita yang sudi untuk mengajak teman-teman sekitar kita untuk
langsung menuju masjid atau musholla terdekat? Jawabnya pastilah ada. Namun
tidak banyak. Perhatikan sekeliling anda ketika adzan mulai berkumandang. Masih
banyak orang-orang yang masih santai dengan pekerjaannya masing-masing dan seolah-olah
tidak mendengar adzan tersebut. Padahal ketika Rasululullah SAW ditanyai
perihal amalan yang paling utama beliaw menjawab shalat di awal waktunya. Maka,
adakah alasan kita untuk menunda atau bahkan meninggalkan shalat? Setinggi apa
pangkatmu, seberapa besar bayaranmu, seberapa banyak tugasmu sampai kau berani
meninggalkan shalat? Naudzubillah..
Shalat merupakan tiang agama
sehingga kalau shalat sudah ditinggalkan maka robohlah agama itu. Ketika agama
sudah roboh maka bisikan syaitan lebih mudah masuk dan hidayah sukar untuk
diterima. Allah berfirman di Surat Al- Ankabut ayat 45 yang artinya “ Bacalah
Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan
(ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah
lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa
shalat dapat menghindarkan perbuatan keji dan mungkar. Artinya, jika kita masih
melakukan hal-hal keji dan mungkar, maka shalat kita masih perlu dipertanyakan.
Sudahkah kita shalat? Sudah Khusyuk kah kita saat shalat? Sudahkah kita shalat
diawal waktu? Kebanyakan jawaban dari pemuda sekarang adalah BELUM. Jika belu
shalat, shalatlah. Jika kita belum lengkap shalatnya, maka lengkapilah. Jika
sudah lengkap, khusyukkan lah. Jika sudah lengkap dan khusyuk, maka amalkanlah
shalat sunnah. Tidak ada kata berhenti dalam beribadah. Jangan pernah merasa
cukup, tapi terus tingkatkan kualitas shalatmu. Karena orang yang sedang
memperbaiki shalatnya, maka dia sedang memperbaiki hidupnya. Semoga dengan
tulisan ini, kita semua diberi hidayah untuk mulai meningkatkan shalatnya dan
lebih sering shalat berjamaah. Aamiin. Jangan lupa shalat gaes.. :D
Minggu, 12 November 2017
Kegiatan Tes Tasbaq MATRIKS 2107
12.11.17
No comments

Assalamualaikum wr.wb
Kami dari HMJ MATRIKS akan memberikan sedikit artikel nih...
Hari ini kami akan membahas
tentang Tasbaq. Tasbaq itu sendiri
merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh HMJ MATRIKS
demi melihat kemampuan mahasiwa baru dalam membaca dan menulis Al-quran,
kegiatan ini langsung di pandu oleh Department Keagamaan. Tes Tasbaq di lakukan pada tanggal 20 Oktober dan diikuti oleh kurang
lebihnya 145 mahasiwa baru. Tasbaq yang terdiri dari membaca al quran dengan mengetes
termasuk tajwid apa dan panjangnya berapa ketukan, setelah itu di lanjut dengan
tes tulis. Tes tulis sendiri yaitu menyambung huruf hijaiyah dengan memberikan
soal yang telah disediakan.
Tasbaq untuk melihat hasil sesuai
dengan kemampuan maka nanti Department
keagamaan HMJ MATRIKS memberikan
kelas sesuai dengan hasil tes.
Pengumuman akan diumumkan pada saat penilaian
sudah selesai. Kelas tasbaq terdiri dari kelas A, B, dan C. Kelas A di khusukan
oleh kelas yg sudah lancar, B cukup baik, dan kelas C dikhususkan untuk kelas
kurang pengetahuannya. Di pembagian kelas tersebut nanti kita di ajarin lagi
sampai kita bisa memahami tajwid dan menulis sambung menyambung huruf hijaiyah.
Sekian tentang tasbaq kali ini, buat
adik mahasiswa baru jangan putus asa dalam latihan membaca alquran yang benar
terutama dalam tajwidnya :-D Teruslah berusaha, karena Al-quran pedoman hidup kita !
Wassalamualaikum wr wb
Kamis, 09 November 2017
ARTIKEL ISLAMI "Gunakan Masa Mudamu dengan Melakukan Hal yang Positif"
9.11.17
No comments
Ada hadits yang berbunyi bahwa,
“salah satu golongan yang diberi naungan oleh Allah pada hari kiamat yaitu
seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan beribadah kepada Rabbnya. Pemuda yang
tidak silau oleh gemerlapnya dunia. Pemuda yang memiliki cita-cita setinggi
bintang di langit dan berjuang keras menggapai surga”. Namun, realita tidak
seindah yang dikira. Banyak pemuda seperti kita yang justru hanyut dalam arus
kerusakan dan penyimpangan. Bukan hanya masalah narkotika, tawuran, atau
pergaulan bebas. Lebih daripada itu, kerusakan yang menimpa para pemuda juga
telah menyerang aspek-aspek fundamental dalam agama. Oleh sebab itu, perlu kesadaran dari semua
pihak untuk ikut menjaga tunas-tunas bangsa agar tumbuh di atas jalan yang
lurus, jalan yang diridhai Allah Ta’ala.
Dunia mahasiswa tidak sama dengan
dunia SMA. Kebebasan dalam masa mahasiswa seperti kita lebih besar dan lebih
kuat daripada kebebasan di masa SMA. Bebas bukan saja dalam hal seragam, tetapi
lebih daripada itu bebas menentukan prioritas dan jadwal kegiatan sehari-hari
untuk diri kita sendiri. Salah satu tanda bahwa kita mulai menapaki jalan
hidupnya yang baru “mahasisw” adalah ketika kita memilih dengan siapa kita
berteman dan mengambil nasihat dan arahan. Bisa jadi kita di kala SMA rajin ikut kegiatan rohis kemudian
berubah drastis setelah mencium aroma kebebasan yang ada di masa perkuliahan.
Shalat berjamaah di masjid pun mulai di tinggalkan. Menghadiri pengajian pun
seolah menjadi beban dan momok dalam aktifitas keseharian. Al-Qur’an pun
ditinggalkan, tidak dibaca atau direnungkan. Di sisi lain, ada juga anak-anak
muda seperti kita yang kembali menemukan taman-taman surga di majelis ilmu
agama. Mereka menjumpai nasihat-nasihat indah dan peringatan untuk jiwanya agar
tidak terlena oleh gemerlapnya dunia. Di situlah, kita harus mencari jalan
untuk menghimpun bekal menuju surga. Allah
berfirman (yang artinya) di surat Al-’Ashr: 1-3,

Yang artinya “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal
salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi
kesabaran.”
Sehingga sangat penting untuk
mengetahui ilmu agama agar dapat menjadi perisai jiwa kita. Mahasiswa yang baik
bukan hanya yang peduli dengan indeks prestasi dan nilai kuliahnya. Lebih
daripada itu, mahasiswa yang baik adalah yang senantiasa menimba ilmu agama.
Ilmu Al-Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan
pahamkan dia dalam hal agama.” (HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka
mencari ilmu (agama) maka Allah akan memudahkan untuknya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim). Oleh sebab itu besar sekali kebutuhan kita terhadap ilmu. Karena
ilmu akan menyirami hati kita, meneranginya dengan kebenaran, memuliakannya
dengan keimanan, dan tetap beribada kepada Allah. Allah berfirman di surat
Adz-Dzariyat: 56
وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
(yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jindan manusia
melainkan supaya beribadah kepada-Ku”.
Jangan mengira bahwa ibadah terbatas pada sholat dan
puasa, atau berzakat dan naik haji. Ibadah itu luas, mencakup segala ketaatan
kepada Allah dan Rasul-Nya. Segala ucapan dan perbuatan serta keyakinan yang
dicintai dan diridhai Allah, maka itu adalah ibadah. Bahkan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan yang paling rendah -dari cabang
iman- itu adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hal ini menunjukkan kepada kita, bahwa ibadah kepada Allah bisa kita lakukan dimanapun
dan kapanpun. Bukan hanya di masjid, di pesantren, di bulan Ramadhan, atau di
tanah suci. Bahkan, ibadah bisa dilakukan di rumah dengan mengerjakan shalat
sunnah, dengan berbakti kepada orang tua, dengan mendengarkan lantunan murottal
Al-Qur’an, berdzikir, dan lain sebagainya. Ibadah juga bisa kita lakukan ketika
berada di kampus, dengan menghormati orang-orang yang lebih tua, menyayangi
yang lebih muda, menebarkan salam, menundukkan pandangan dari lawan jenis,
tidak berdua-duaan dengan wanita bukan mahram, dsb. Dengan demikian, kita
sebagai mahasiswa muslim akan mengarungi lautan ibadah dalam hidup, dari satu
ketaatan menuju ketaatan yang lain, dari satu amalan menuju amalan yang lain.
Sepanjang hayat dikandung badan maka selama itu pula kita tunduk kepada
Ar-Rahman.
Sumber : Ari Wahyudi, Ssi. 27 June 2015
Langganan:
Postingan (Atom)













