Seminar PKM

7 november 2015 di Aula BAU pukul 07.00-selesai

Struktur HMJ MATRIKS 15/16

Klik untuk View All

Ujian Tengah Semester

Good Luck. Semangat :)

KAJUR CUP 2015

Find Your Talent with Mathematics

Jumat, 03 Mei 2019


AGENT OF CHANGE
RINDA AZIZAH A.P
PEND. MATEMATIKA

1C


Seperti yang kita lihat sekarang remaja saat ini bisa di katakan generasi X, yaitu generasi milenial. Generasi milenial berkisar dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2000. Ya generasi mineal harus memiliki sikap kreatif, inovatif, dan aktif. Kenapa harus seperti itu? Ya karena telah terbukti dalam penelitian generasi milenial ini berbeda dengan generasi yang lainnya. Generasi milenial dikatakan lebih mendekat dengan teknologi. Seperti yang kita lihat anak zaman now yang tingkahnya bermacam ragam . Kehidupan generasi milenial ini seharusnya lebih indah dan menyenangkan,karena teknologi yang sudah canggih dan akses untuk apapun mudah. Seharusnya kita tak boleh kalah dengan generasi Negara tetangga karena generasi milenial ini sangat berwawasan tinggi dan intelek. Generasi ini adalah generasi perubah peradaban dunia yang berwawasan luas dan berpendidikan tinggi. Dalam generasi sekarang ini canggihnya teknologi bukan untuk membuat kita malas, bukan untuk membuat kita bergantung selalu padat teknologi. Ya kita boleh memanfaatkan teknologi tapi ingat ada hal yang harus dieksekusi
Berbicara tentang dunia informasi dan telekomunikasi yang canggih telah membawa perubahan yang sangat drastis kepada generasi muda kita. Perubahan ini mulai kita rasakan dari cara berkomunikasi, berbagai kemudahan akses terhadap informasi sampai cara kita berpikir dan respons kita terhadap permasalahan yang ada. Selama perubahan ini menguntungkan kita, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, justru perubahan ini terkadang membawa kita menjadi makhluk yang bodoh dan cenderung pemalas. Kita terlalu asyik menikmati semua hasil penemuan generasi sebelumnya, sehingga merasa cukup dan terbiasa. Di sinilah tantangan kita untuk bangkit dari lembah kehancuran ini.’Selanjutnya, ini menjadi hal yang sangat penting dan menarik untuk dibahas. Mulai dari mengapa hal ini dapat terjadi, bagaimana kondisi umat pada zaman keemasan Islam sedang berlangsung dan bagaimana nikmatnya hidup pada zaman sains dan teknologi Islam sedang berkembang dengan pesat sampai bagaimana kondisi umat di tengah zaman yang rentan ini.
Hilangnya konsep pemahaman nilai Islam menjadi salah satu inti permasalahan yang lambat laun akan membawa Islam ke gerbang kehancuran. Kelemahan pemahaman ini antara lain berkenaan dengan nas-nas ajaran Islam, Bahasa Arab dan ketidaksuaian praktik ajaran Islam dalam realitas kehidupan. Bentuk pelemahan ini juga diperparah dengan intensifnya serangan-serangan budaya dan peradaban barat yang bertentangan dengan budaya dan ajaran Islam, di tengah melemahnya budaya dan peradaban Islam itu sendiri.
Cara barat meyakinkan umat Islam dengan ideologi yang mereka bawa juga terkesan unik. Mereka menyampaikan bahwa peradaban dan budaya barat tidak bertentangan dengan budaya dan peradaban Islam itu sendiri. Mereka meyakinkan bahwa peradaban barat akan menyempurnakan peradaban Islam dan tidak akan menghapuskannya dari keberadaan masyarakat, hingga akhirnya pemahaman umat terhadap Islam makin melemah. Buktinya adalah umat mulai melegalkan hukum barat di negaranya, menakwilkan riba dan membuka bank-bank.
Adapun kelemahan dalam penerapan Islam, salahnya penerapan konsep keislaman pada aspek kehidupan. Diantaranya ialah, maraknya partai-partai politik yang menggunakan kekuatan militer sebagai basis kekuatan partai dan menjaga kekuasaan, bukan berorientasi pada dukungan umat..
Dua inti permasalahan inilah yang mengantarkan Islam pada gerbang kehancuran. Dimulai dari kurangnya pemahaman konsep keislaman pada umat, terlebih pada kaum pemudanya. Sekarang adalah zaman dimana tantangan umat Islam tehadap gempuran informasi dari Barat dan mudahnya bagi Barat menyusupkan ideologi-ideologi mereka yang bertentangan dengan Syariat Islam
Generasi milenial muslim ini harus menghadapi kenyataan bahwasanya budaya dan peradaban Barat tidak dapat dibendung lagi. Mereka harus memiliki benteng pertahanan yang lebih kuat ketimbang generasi pendahulu mereka. Mereka harus memutar otak mencari cara bertahan di tengah arus modernitas ini, bukan hanya mempertahankan nilai pemahaman dan konsep penerapan hukum Islam, namun mereka harus menyampaikannya dengan cara yang dapat diterima masyarakat modern, tidak melalui kekerasan dan menunjukkan kasih sayang Islam ke seluruh umat manusia.
Faktanya, masih banyak umat Muslim yang memiliki pengetahuan sangat lemah, bahkan kebanyakan dari mereka tidak tahu identitas agama mereka sendiri. Terkadang mereka malu untuk menunjukkan bahwa "AKULAH ISLAM". Mereka terlalu bangga untuk menggunakan identitas Barat yang modern.
Di sisi lain, kondisi generasi muslim muda di Indonesia jauh dari kata baik. Pasalnya, mereka terlalu banyak mengadopsi budaya dari luar. Mereka hanyut dalam arus globalisasi dan lupa dari mana mereka berasal. Mulai dari cara berpakaian, tingkah laku, sopan santun seakan hilang bertahap dari jiwa muda muslim di Indonesia. Perlahan mereka meninggalkan budaya berpakaian Islam yang sopan dan lebih senang menggunakan budaya berpakaian dari Barat yang terkesan terbuka. Mereka beranggapan bahwa berpakaian Islam itu ketinggalan zaman dan berpakaian mengadopsi Barat menunjukkan modernitas.
Generasi Millennial ini cenderung terlalu sering menatap gadget mereka. Keadaan ini di sebabkan karena mereka tidak mau ketinggalan dengan informasi yang ada di gadget mereka. Hal ini sebenarnya wajar, karena generasi ini hidup di lingkungan yang beda dari sebelumnya. Tetapi, hal ini tidak wajar jika sampai mempengaruhi kualitas Iman dari seorang Muslim.
Di dunia nyata, mestinya generasi ini tetap melakukan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar mereka.  Tidak boleh gadget membuat muslim yang berkualitas menjadi anti-sosial, tidak memedulikan keadaan lingkungan sekitar mereka.
Dan, tugas seorang muslim di dunia digital adalah berdakwah. Ini lah pemanfaatan yang luar biasa dari teknologi dan ini membantu Islam secara umum. Pada dasarnya, sosial media sangat menarik bagi generasi muda ini dan menjadi wadah yang sangat bagus untuk menyebarkan informasi secara cepat ke siapa pun dan dimana pun.
Terkadang, memanfaatkan teknologi tidak hanya dibutuhkan penggunaan yang bijak, tetapi kita harus menjadi muslim yang cerdas dalam mengakses informasi yang luas di internet. Ini dikaitkan dengan kondisi Indonesia belakangan marak munculnya situs palsu atau sumber yang tidak dapat dipercaya sebagai sumber Ilmu Islam.

Minggu, 29 April 2018

Jalan Sehat dalam Rangka "DIESNATALIS" Prodi Matematika UMM ke 35


Assalamualaikum WR.WB...
Disini kami akan nge share pada saat diesnatalis Pendidikan Matematika.

Sabtu, 21 April 2018 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matriks  berkerja sama dengan Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperingati Diesnatalis Prodi Pendidikan Matematika UMM yang ke 35 tahun. Panitia mengonsep acara diesnatalis yang ke 35 dengan mengadakan jalan sehat berhadiah bagi warga prodi pendidikan matematika. Dengan tema  “Ayo Hidup Sehat dan Satukan Kekuatan untuk Kesuksesan Matematika”. 
Acara tersebut diawali dengan pembukan sambutan oleh ketua pelaksana diesnatalis yang ke 35, ketua umum HMJ Matriks dan dibuka secara resmi oleh kepala prodi pendidikan matematika UMM Dr. Moh. Mahfud Effendi, MM, secara simbolis dengan memukul gong, dan sekaligus pemberangkatan jalan sehat.
 Jalur jalan sehat dimulai dari Helipad UMM, keluar kampus melalui gate 1, belok kiri ke arah desa Tegalgondo, lalu masuk area kampus melalui jalur gate 4, melewati depan Dome UMM, belakang masjid, dan finis di Helipad UMM. Selepas jalan sehat dilanjutkan dengan senam bersama yang diikuti oleh seluru mahasiswa dan dosen prodi pendidikan matematika UMM. Acara dilanjutkan dengan hiburan-hiburan yang dipersembahakan dari kalangan warga matematiaka sendiri dan lomba Fasionshow dan merias wajah. Acara berlangsung mulai pukul 06.00 sampai 12.00 diakhiri dengan pembagian  puluhan Doorprice yang telah disediakan panitia, dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba.














Jumat, 27 April 2018

"MMO se-Jawa Bali dan LKTI-N" 2018 yang diadakan secara Online


Assalamualaikum WR.WB .....

Telah lewat 1 bulan lebih agenda terbesar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matriks Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah terlaksana dengan sukses dan sangat baik. Matriks Mathematics Olympiad (MMO) atau olimpiade matematika tingkat SMP dan SMA sederajat untuk siswa se-Jawa dan Bali. Pada waktu yang bersamaan pula HMJ Matriks Mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI-N)  yang diikuti oleh mahasiswa se-Nusantara. Kedua agenda tersebut sudah rutin diadakan oleh HMJ Matriks dari tahun ke tahun sebagi program kerja (proker) unggulan. 

Tema yang di usung oleh panitia MMO dan LKTI-N 2018 yaitu “Sinergi Budaya Matematika dalam Mengangkat Mutu dan Intergitas Kearifan Lokal Menuju Indonesia yang Mendunia”. Pendaftaran MMO dan LKTI-N dimulai sejak Tanggal 30 Desember 2017 melalui web resmi mmo-matriks dan email untuk LKTI-N. Pada pelaksanaan MMO tahun ini hadir dengan konsep baru yaitu olimpiade berbasis online dimana siswa bisa mengerjakan soal olimpiade dikota masing-masing beda dengan MMO sebelumnya yang masih diadakan secara offline untuk babak penyisihan. Final dan Semifinal MMO dan LKTI-N 2018 dilaksanakan di Aula BAU kampus III UMM  pada Minggu, 11 Maret 2018 dengan diawali sambutan dari ketuan pelaksana MMO dan LKTIN 2018, ketua umum HMJ Matris, dan selanjutnya dibuka secara resmi oleh perwakilan Kepala Program Studi Pendidikan Matematika UMM bapak Agung Dediliyawan M.Pd. Pembukaan berlangsung meriah dengan ditampilkanya tari tradisional khas Jawa Timuran. Acara diakhiri dengan penyerahan tropy, sertifikat dan uang pembinaan bagi siswa dan mahasiswa yang mendapatkan jauara satun dua dan tiga dan ditutup acara tersebut deng resmi oleh perwakilan dari Prodi Matematika UMM.

Berikut ini foto-foto MMO dan LKTI-N 2018








Kamis, 26 April 2018

"MATH CARES and SHARE WITH YATIM", bersama Anak Yatim Piatu di Desa Babatan


Assalamualaikum WR. WB. ....

          Disini kami ingin nge share kegiatan HMJ MATRIKS yaitu Matriks Berbagi.
Sehari setelah Diesnatalis ke 35 Program Studi Pendidikan Matematika tepatnya Minggu, 22 April 2018 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)  Matriks mengadakan kegiatan Bakti Sosial untuk anak yatim piatu dan duafa yang merupakan agenda rutin tahunan HMJ Matriks. Tema yang diusung oleh panitia pada tahun ini adalah “Math Cares and Share With Yatim”. 
Acara ini juga didukung oleh seluruh mahasiswa matematika dan dosen yang telah mendonasikan riskinya kepada mereka yang membutuhkan yaitu secara rutin pada Jum’at awal bulan. Donasi yang telah dikumpulakan berupa uang tunai, pakain layak pakai, peralatan sekoah, perlengkapan rumah tangga seperti kasur,  dll. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Yasibu yang terletak di Jalan Babatan III kelurahan Arjowinangun, Kota Malang yang dimulai pukul 09.00 samapi 12.00. Acara berlangsung sangat ceria dimana anak-anak diajak bermain sambil berlajar dan memberi sedikit pelajaran tambahan matematika  bagi anak yang akan mengikuti ujian nasional. Kegiatatan bakti sosial itu ditutup selepas sholat dhuhur bejamaah dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh ketua umum HMJ matriks dan foto bersama.





Selasa, 17 April 2018

Artikel Islami MATRIKS "Pandangan Islam Mengenai Globalisasi"


Assalamualaikum WR.WB...

Globalisasi adalah sebuah proses untuk menjadikan penduduk dunia dalam satu sistem budaya dan adat istiadat, baik dalam sistem politik, ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, gaya hidup dsb. Dan itu didukung oleh media massa, khususnya elektronik, baik internet, telivisi, telepon maupun lainnya. Globalisasi dapat dikatakan baik atau buruk tergantung pada siapa yang memimpin.
Islam adalah agama global dan universal. Tujuannya adalah menghadirkan risalah  peradaban islam yang sempurna dan menyeluruh, baik secara spirit, akhlak maupun materi. Di dalamnya, ada aspek duniawi dan ukhrowi yang saling melengkapi. Semenjak abad VII H., nabi Muhamad SAW. sudah menerapkan konsep globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya ketika beliau mengirim utusannya membawa surat-surat beliau kepada para raja dan para pemimpin di  berbagai negara tetangga.
Globalisasi islam adalah proses mengglobalkan nilai-nilai universalitas, seperti toleransi, kebersamaan, keadilan, kesatuan, musyawarah dan lain-lain.
Apabila kita mengkaji secara mendalam tentang globalisasi, akan ditemui beberapa fakta  penting, yaitu :
1.    Globalisasi hanya baru dari sudut istilah, tidak dari sudut maksudnya. Ini kerana pertukaran, pemindahan dan perkongsian dalam berbagai tempat sudah berlaku di antara manusia. Bahkan antara tujuan Allah SWT menciptakan manusia adalah untuk mereka saling “berglobalisasi” seperti firman-Nya:
                             

Artinya: Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan  perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam  PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).
2.    Globalisasi tidak seluruhnya membawa manfaat dan tidak seluruhnya membawa mudarat. Ia bercampur aduk antara manfaat dan mudarat, antara positif dan negatif. Globalisasi  pasar-pasar yang besar misalnya, membawa manfaat peluang pekerjaan, peningkatan ekonomi negara dan kemudahan kepada pelanggan. Akan tetapi ia juga membawa mudarat seperti  penindasan kepada pedagang kecil yang kecil dan pmbuangan uang bagi pelanggan yang tidak  berhemat dalam membeli barang.
3.    Sekali pun globalisasi pada mulanya bermaksud pertukaran, pemindahan dan kerjasama antara negara, kenyataannya menunjukkan bahwa ia tidak berwujud dalam bentuk dua hal yang adil. Sebaliknya, ada negara yang bersifat “mengglobalisasi” dan ada negara yang  bersifat “diglobalisasi”. Maksud dari “mengglobalisasi” adalah negara yang menyebarkan ilmu,  pemikiran, ekonomi, kebudayaan dan agama mereka kepada negara lain. dan “diglobalisasi”, adalah negara yang bersifat hanya menerima ilmu, pemikiran, ekonomi, kebudayaan dan agama dari negara yang “mengglobalisasi” tanpa menilai sama membawa manfaat atau mudarat.

     Jadi kita sebagai umat Islam harus membangun ukhuwah Islamiyah dan lebih mengedepankannya daripada ukhuwah atas dasar basyariyah, wathaniyah dan lainnya. Karena itulah  persaudaraan yang sesungguhnya. Innamal mukminun ikhwah, dan harus memperkuat jalinan ikatan dan networking ekonomi, politik,  pendidikan dsb untuk membangun kekuatan global umat Islam. Sehingga kelak bisa memimpin globalisasi.